Sabtu, 05 November 2011

7 CARA MENGURANGI STRES ATAU DEPRESI




Diluar hal-hal positif diatas, perasaan stress sebaliknya dapat membahayakan kesehatan anda, kestabilan emosi anda dan hubungan anda bersama orang lain. Tanda dan gejala stress bermacam-macam tergantung kepada masing-masing orang, seperti : sakit kepala, kelelahan, ketegangan pada otot, depresi, mudah marah, khawatir, hilang ingatan, tidak memiliki selera humor, gelisah, makan berlebihan, merokok, minum bahkan kecanduan obat.
Jadi, apa yang dapat anda lakukan untuk mengurangi stress di kehidupan anda? Berikut adalah 7 langkah yang dapat membantu melepaskan stress :
1. Memiliki harapan yang realistik
Banyak orang memasang harapan/tujuan yang tidak realistik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Sebetulnya tidak salah sih, karena ada kata bijak yang mengatakan : “gantungkan cita-citamu setinggi langit.”.
Memasang harapan/tujuan yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan anda, namun jika harapan/tujuan tersebut justru dapat membawa stress yang negatif kepada anda, sebaiknya anda mempertimbangkan kembali harapan/tujuan anda tersebut.
Sebagai contoh, misalkan anda saat ini berpenghasilan 5 juta/bulan, anda kemudian menentukan target ingin membeli sebuah mobil BMW seharga 500 juta dalam waktu 1 tahun. Hmm… tidak salah anda menentukan target membeli mobil BMW, hanya jangka waktunya perlu dibuat yang realistik, misalkan dalam waktu 5 tahun. Dengan asumsi, anda sudah bekerja sangat keras dan menjadi seorang general manager dengan penghasilan 40 juta/bulan.
Perlu jadi pertimbangan juga bagi anda yang memasang harapan/tujuan bagi orang lain (biasanya untuk anak buah anda), bahwa kemampuan setiap manusia menerima beban dan menghadapi tekanan berbeda masing-masing pribadi. Anda harus bisa melihat kemampuan seluruh tim anda dan memasang target yang masuk akal yang bisa diterima oleh seluruh tim.
2. Aktif
Berolah raga dapat mengurangi stress, melalui pelepasan endorphins, yaitu hormon anti depresi yang dimiliki tubuh, begitu kata para ahli. Aktivitas olahraga seperti jogging, berenang dan aerobik dapat membuang energi berlebih yang jika didiamkan dapat tertimbun di dalam tubuh. Sesuatu yang tertimbun, apapun juga, sangat tidak baik.
3. Melakukan persiapan sebelumnya
Stress seringkali disebabkan oleh situasi tertentu dimana anda berada. Banyak orang sebagai contoh memiliki ketakutan berbicara di depan umum. Tetapi saya rasa semua dari kita pun pasti gugup dan stress pada saat pertama kali berbicara di depan umum, tidak terkecuali. Salah satu strategi yang cukup efektif untuk mengatasi hal ini adalah anda melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya, termasuk mengunjungi lokasi tempat anda akan berbicara untuk mulai membiasakan diri anda. Sering orang mengatakan, untuk mendapatkan ’feelingnya’ terlebih dahulu.
Anda juga bisa melakukan latihan di depan keluarga atau teman-teman anda. Namun saya rasa di Indonesia, hal ini jarang sekali terjadi mengingat budaya kita yang mengakibatkan anda justru canggung berbicara di depan mereka.
Jika anda memang ingin menjadi expert berbicara di depan umum, ada juga pelatihannya, seperti yang diadakan oleh Mr. James Gwee.
4. Lakukan break di sela-sela pekerjaan anda
Banyak dari kita bekerja dalam lingkungan yang membutuhkan kecepatan dan ketelitian. Anda sebetulnya memiliki kemampuan untuk dapat mengukur level stress dan energi anda sendiri. Jika anda merasa kepala anda sudah sangat penat, lakukanlah break. Toh jika dipaksa pun, fokus anda sudah pasti akan terganggu. Akibatnya kualitas pekerjaan anda akan menurun. Jika memungkinkan, pergilah jalan-jalan ke luar, seperti ke taman misalnya, untuk menjernihkan otak anda.
5. Kurangi caffeine
Gejala stress seperti kegelisahan sangat erat berkaitan dengan jumlah caffeine dalam tubuh anda. Banyak orang minum bergelas-gelas kopi dalam satu hari. Cobalah batasi konsumsi kopi anda maksimal 1 gelas sehari. Mengurangi caffeine sangat membantu anda untuk tidur nyenyak dan pada akhirnya anda akan mendapatkan lebih banyak energi.
6. Cukup tidur
Banyak orang tidak mendapatkan cukup tidur setiap hari. Tujuh sampai dengan delapan jam sehari adalah jumlah yang disarankan, bervariasi antara masing-masing orang. Anda akan mengetahui ketika anda cukup tidur, anda akan bangun segar setiap hari (seringkali secara alami kita bangun sebelum alarm berbunyi), sehingga anda akan menghadapi hari dengan lebih berenergi.
7. Seimbang antara bekerja dan bermain
Orang yang tidak membiarkan dirinya untuk bersenang-senang akan mendapatkan level stress yang tinggi. Jangan merasa bersalah ketika anda memanjakan diri anda dengan berolahraga, relaksasi, hiburan dan melakukan hobi-hobi anda.
Para pembaca yang budiman, jika anda sudah merasakan tanda-tanda atau gejala-gejala stress, saya sarankan anda segera melakukan tips-tips diatas, sehingga kehidupan anda menjadi jauh lebih baik.

http://www.akuinginsukses.com/7-cara-mengurangi-stress-hari-ini/

Kamis, 27 Oktober 2011

KEDISIPLINAN ANGGOTA DPR


RAPIM DPR MEMBAHAS KEDISIPLINAN ANGGOTA DEWAN

Seluruh pimpinan fraksi DPR, Rabu (27/03), menghadiri rapat yang mengagendakan pembahasan ketidakhadiran anggota Dewan saat rapat. Rapat ini berkaitan dengan tingkat ketidakhadiran anggota DPR yang minim saat membahas Rancangan Undang-undang Money Laundering, beberapa hari silam. Saat itu, hanya 49 anggota DPR yang hadir dalam persidangan. Padahal, di daftar hadir ada 300 anggota yang menandatanganinya.


COMMENT:
It's not uncommon in various media about the truancy court committed member House of Representatives (DPR). Moral sanctions should be performed by the mass media and non-governmental organizations (NGOs) to announce the names are often absent in the trial is more than enough. But that sort of thing did not make them wary, even a decline in every period of the trial.
If the discussion and ratification of the Bill (the bill) they are not present, how they can channel the aspirations of its people? Even if they did attend were teased each other when an opinion, talk to others via cell phones, reading newspapers, some are sleeping. Even when they argue, their opinions are often put forward the emotional, personal and group interests. That may be because as a politician, they do not depart from the bottom. That makes them mentality like that, because they never felt the real struggle.
Unfortunately salaries we pay to them, unfortunately also the consumption of which has disediadakan only become cat food. Ironically, the opposite state of the people of Indonesia. There are starving in the streets, expecting the mercy of others. When the proposed sanctions by cutting salaries for those who play truant, they are angry.
There are even worse. Representatives of the people are more irresponsible, unprofessional act by taking that should not be their right. Enter the nominal is not small on account of each. Though it is state money, the money people!
Should the members of Parliament who are often truant realize how much trust they entailed on their shoulders. For what they were in the chairs and luxurious room. Then how should that be done? Maybe with selecting strictly within the parties. Cadres must be trained before they filed a "candidate for representative of the people". To be completely fair, they are not worthy of being representative of the people it should not be submitted as a candidate representatives. Only a competent that could be submitted. People should also be smart in choosing their representatives, to see their credibility carefully. Trackrecord assess candidates as long as he shook his deputy. No home without a thought for the future.
"No ditching, there may be other duties when not able to attend the trial". Such reasons may be acceptable if occasionally, two or three times. Well if each trial did not present it is unquestionable. Presence and often meet the quorum, but the number of physically present and enduring to the end only a handful. They did not feel they are to fight for people's welfare, as the main task of representatives of the people. They like being in kindergarten and the like was never taught manners when their opinion is not accepted, or not given the opportunity to express opinions.
If only they realized later eyes of their hearts wide open, to see with the naked eye. Not because of personal or group interests. Looking at what is needed for the welfare of the people, then create a policy for it by asking in the forums and make it happen with concrete steps. Remember people are expecting justice in this country. All that can happen if the members of Parliament and is responsible discipline in carrying out their duties.
But what happens in reality is very far from ideal. The result so it is today. Regulations that exist in our country like a blunt knife on top and getting down more sharply. When leaders violate either the regulators / policy, law enforcement officials, judicial officials as well officials. Sanctions are not implemented according to the rules applicable to real, konkalikong here and there. Unlike when the common people who committed abuse, even as straight-rules in stand upright.